Merekrut karyawan dengan hubungan saudara.

karyawan dengan hubungan saudara

karyawan dengan hubungan saudara.

Saat awal berwiraswasta kita seringkali dihadapkan pada permasalahan yang menurut kita sulit untuk dipecahkan, salah satu contoh adalah masalah karyawan dengan kinerja buruk tetapi ada hubungan saudara dengan kita, saat kita membuat keputusan menjadi kurang objektif untuk karyawan tersebut.

Tentu ada sedikit keinginan untuk membantu rekan atau saudara, tetapi sebaiknya diketahui, Usaha tidak akan maju jika ada suatu permasalahan yang berlarut dan tidak segera di selesaikan.

Tidak efektifnya kinerja suatu karyawan bisa berdampak buruk, bukan hanya perkembangan usaha, tetapi jika berlarut bisa menghancurkan usaha itu sendiri.

Untuk masalah ini kita dituntut tegas untuk membuat keputusan, kita harus bisa men sejajarkan karyawan dalam hubungan saudara atau pun karyawan lainnya, jika memang bisa berkompetisi maka berikan posisi yang pas dan reward yang baik, tetapi jika tidak efektif maka bisa dilakukan mutasi atau bahkan pemutusan hubungan kerja.

Permasalahan ibarat luka didalam tubuh, jika dibiarkan akan menjadi besar, segera sembuhkan saat ini juga,

Berat melakukannya? Ya memang berat, tetapi saya yakin akan lebih berat lagi jika kita harus menanggung kegagalan.

Bisnis is bisnis, bukan hanya masalah uang, jika perusahaan mengalami kemunduran hanya karena beberapa orang saja sungguh sangat ironis, coba tengok kebelakang, berapa banyak orang atau keluarga yang bergantung kepada kita.

Pebisnis bukan hanya mempunyai mimpi yang tinggi, tetapi harus dengan nyali yang besar untuk kesuksesan.

Ingat saat kita memutuskan merumahkan karyawan dengan hubungan saudara maka kita harus tetap menjaga hubungan baik, bersilaturahmi dan pisahkan antara keluarga dan bisnis.

Jangan buat masalah mudah menjadi sulit, tetapi buatlah masalah sulit menjadi mudah untuk diselesaikan.

Hal yang sebaiknya dilakukan saat merekrut karyawan dengan hubungan saudara

  1. Tetap melakukan perjanjian tertulis sama dengan karyawan lainnya
  2. Melakukan perjanjian tertulis pribadi mengenai kinerja dan diperlakukan sama, jika tidak sesuai bersedia mengundurkan diri atau dirumahkan.
  3. Membuat perjanjian tidak akan melakukan pinjaman diluar ketentuan perusahaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *